Kamis, 15 Maret 2012

Hati yang Sujud


Semua orang paham. Apalagi bagi orang­-orang yang memiliki jiwa kepemimpinan. bahwa pemuda adalah pengukir sejarah. Banyak kejadian sejarah yang dipelopori para pemuda. Jiwa mereka yang enerjik. memunculkan fitrah kemanusiaan untuk mem­bela kebenaran dan menegakkan keadilan. Potensi mereka besar untuk menjadi pe­mimpin. Sehingga ada semboyan: "Berikan aku 10 orang pemuda. maka akan aku gon­cangkan dunia".

Pada periode pertama Risalah Dakwah Rasulullah SAW, banyak dilahirkan para pemuda tauhid. Jiwa enerjik mereka di­landasi oleh nilai-nilai tauhid. Membela ke­benaran dan menegakkan keadilan berda­sarkan ketauhidan mereka kepada Allah. bersumber dari Kitabullah dan Sunnah Ra­sulNya. Pemuda-pemuda itu seperti All bin Abi Tholib. Mush'ab bin 'Umair dan Usamah bin Zaid Rodliyallahu 'anhum.

Itulah mereka yang telah mengukir sejarah
tauhid (semangat tauhid) dan hati yam, selalu sujud di hadapan Allah. Al Jabbar. Menghabiskan waktu hidup, mereka dengan pengorbanan dan pengabdian kepada Allah yang telah memuliakan mereka dengan :man dan Islam.

Kemuliaan yang mahal dan berharga itu. kini tampak hilang dari diri pemuda. yang nota bene mayoritas. Mereka bersaksi bahwa Allah satu-sarunya ilah (Penguasa tunggal), dan Muhammad Rasul Allah satu-satunya uswatun hasanah mereka. Walaupun tidak dipungkiri akan selalu ada pemuda-pemuda yang tetap komit (terikat) dan konsisten dengan nilai-nilai tauhid dan siap sedia untuk berkorban demi tegaknya nilai yang iuhur dan memuliakan manusia itu.

Raulullah SAW bersabda dalam satu kesempatan: "Akan selalu ada di kalangan ummatku, sekelompok orang yang mendu­kung kebenaran. Kelompok yang selaiu menentang dan membelakangi mereka tidak akan memberikan apa-apa kemudharatan kepada mereka hingga hari kiamat".

Sabda Nabiyullah SAW ini menegaskan bahwa pemuda-pemuda tauhid itu akan sujud. Tetapi tentunya tidak berlagak dan bergaya hidup seperti pemuda-pemuda za­man kini. Yang rusak keimanan mereka, karena terjangkiti bakteri-bakteri jahiliyyah.

Pemuda-pemuda kini telah hanyut dalam budaya jahiliyyah dan yang menyedihkan lagi, mereka senang dan bangga dengan budaya-budaya kotor itu. Seolah-olah itu­lah gaya hidup yang dibenarkan Islam. Ke­Islaman mereka sesungguhnya telah ter­campur oleh kesyirikan dalam bentuknya yang abstrak dan up to date yaitu sekularisme. Paham yang memisahkan rata nilai Islam dari mengatur aspek kehidupan duniawi dan merasa serta menganggap Islam hanya mengatur kehidupan akhirat saja.

Ironis memang. Itulah kesukaan musuh-­musuh Islam dan kaum munafiqin.

Dalam kondisi ummat yang berteriak dan berharap akan lahirnya generasi muda tauhid yang siap dan berani mengemban missi Risalah Dakwah. Tapi ada yang tidak acuh dan ada yang serius berusaha menempa din untuk memenuhi harapan ummat. Ka­rena panggiian hati nurani. Finnan Allah berikut:
Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!". (Q.S An Nisa:75).
Generasi muda yang serius berusaha menempa dirinya dalam tarbiyyah Islamiyyah. Insya Allah, yang akan memenuhi pang­gilan suci ini. Merekalah yang menjadi dewasa dan matang dengan tarbiyyah itu dalam rangka berlbadah kepada Allah. Hati mereka selalu sujud dan tergantung kepada Allah. Mereka akan masuk dalam tujuh golongan yang mendapat naungan dari Allah SWT pada hari kiamat nanti.
Sabda Rasulullah SAW dari Abu Hurairah
"Ada tujuh golongan yang mendapat naungan dari Allah SWT pada hari kiamat kelak. Di mana tidak ada sama sekali naungan pada hari itu melainkan naungar dari Allah SWT, yaitu: (1). Imam (pemim­pin) yang adil. (2). Pemuda yang menjadi dewasa dalam beribadah kepada Allah. (3). Orang yang hatinya selalu tergantung di masjid. (4). D.ua orang yang saling men­cintai satu sama lain karena Allah dan ber­pisah karma Allah. (5). Seorang laki-laki yang dirayu oleh seorang wanita bangsawan yang cantik untuk berbuat mesum, lalu dia menolak dengan kata: 'aku takut kepada Allah' (6). Orang yang bersedekah dengan diam-diarn, sehingga tangan kanannya tidak mengetahui apa yang disedekahkan tangan kirinya. (7). Orang yang mengalir air mata­nya ketika berdzikir, mengingat dan me­nyebut nama Allah dalam keadaan bersunyi diri". (H.R. Muslim).
Dengan tarbiyyah Islannyyah yang mus­tamiroh (berkesinambungan) diharapkan akan menumbuhkan -kecintaan kepada Allah. Se­hingga hati ini selalu rindu dan tergantung kepadaNya, yang bisa mendorong untuk berbuat ihsan. Berkorban dan berjihad di jalan Allah untuk selamanya.
Setiap pemuda Islam harus memiliki keimanan terhadap pedoman dan sistem hidup Islam yang mencapai tarap bahwa masa depan berada di Langan Islam. Ka­ren Islam itu datangnya dari nisi Allah Ta'ala yang layak dan pantas serta marn­pu mengatur hal ikhwal kehidupan ma­nusia dan membimbing roda kehidupan ini secara keseluruhan.
Dan harus yakin kepada kehebatan Islam. yang Robbani. Satu sistem yang mempuny kelebihan atas seluruh sistem kehidupan yang dibuat manusia dan mempunyai ciri khusus yang unik yang bersifat kekal dan selalu cocok dengan keadaan, waktu dan tempat dalam segala hal.
Pemuda-pemuda yang berhati sujud ha rus menyadari sepenuhnya bahwa datang suatu masa dimana Islam dan muslimin tertimpa bencana dan bahaya. Karena musuh-musuh Islam berusaha me­madamkan sinar cemerlangnya Islam. Mereka menyesatkan ummat Islam dan mele­mahkan pembelanya. Mereka mendangkalkan ajaran dan hukum Islam baik dengan mengurangi, menambah atau menafsirkani dengan penafsiran yang salah. Sehingga terpecah-belahlah persatuan ummat Muhammad SAW dan terkoyaklah ukhuwwah Is­lamiyyah yang merupakan kekuatan barisan kaum rnuslimin.

Kesadaran ini harus memberikan dan menumbuhkan motivasi kepada kita generasi muda Islam untuk menyerahkan diri secara bulat kepada Allah di dalam segala urusan dan harus bersandar kepadaNya di dalam segala persoalan. Dan harus membangkitkan kekuatan ruhul tauhid yang ada di dalam jiwa.
Akhirnya kita harus bersemboyan :
"Allah tujuan akhir kami, Rasulullah SAN/ uswah hasanah kami, Al-Qur'an pe­mimpin kami, Islam pedoman hidup kami, jihad jalan kami dan mati syahid cita-cita mulia kami!"

0 komentar: